MA Futuhiyyah 2 Gelar Sosialisasi P3LP untuk Tingkatkan Kepedulian terhadap Kesehatan Mental Remaja

DEMAK – MA Futuhiyyah 2 menggelar sosialisasi P3LP (Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis) sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya kesehatan mental dan cara memberikan pertolongan pertama pada luka psikologis. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dr. Ajeng, Kak Septi, dan Kak Safa.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa luka psikologis merupakan luka yang sering kali tidak terlihat oleh orang lain dan hanya diketahui oleh diri sendiri. Oleh karena itu, setiap individu perlu lebih peka terhadap kondisi emosional diri sendiri maupun orang di sekitarnya.

Materi juga membahas masa remaja sebagai masa peralihan dari anak menuju dewasa yang ditandai dengan berbagai perubahan. Perubahan fisik meliputi pertumbuhan badan, tumbuhnya rambut pada bagian tertentu, serta menstruasi bagi remaja perempuan. Sementara itu, perkembangan kognitif ditandai dengan kemampuan berpikir yang semakin logis dan meningkatnya kemampuan mengendalikan perhatian.

Dari sisi emosional, remaja cenderung mengalami emosi yang fluktuatif. Masa ini juga sering diwarnai dengan keraguan terhadap diri sendiri serta konflik dengan teman, orang tua, maupun guru. Berbagai isu yang dihadapi remaja meliputi aspek fisik, psikologis, perilaku, dan sosial.

Narasumber menekankan bahwa kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa sekitar 14 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan jiwa, namun hanya sekitar 10 persen yang memperoleh layanan kesehatan. Selain itu, Indonesia juga masih menghadapi tingginya kasus perundungan (bullying), sementara kasus bunuh diri tertinggi tercatat berada di Jawa Tengah.

Siswa juga diajak mengenali tanda-tanda depresi, seperti kehilangan minat terhadap aktivitas, rasa malas, kelelahan, suasana hati yang terus-menerus negatif, hingga munculnya perasaan putus asa.

Sebagai bentuk pertolongan awal, diperkenalkan prinsip P3LP, yaitu persiapan, memperhatikan, mendengarkan, dan menghubungi pihak yang dapat memberikan bantuan lebih lanjut apabila diperlukan.

Selain itu, narasumber membagikan berbagai cara sederhana untuk menjaga kesehatan mental, seperti memeluk pohon, berjalan-jalan sejenak, melakukan journaling, membaca buku, berolahraga, menikmati suasana alam, menonton film, berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan, mendengarkan musik, menulis buku harian, berkendara santai, serta menghabiskan waktu bersama keluarga maupun sahabat.

Dalam kesempatan yang sama, Bu Sukimi selaku Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MA Futuhiyyah 2 menjelaskan bahwa layanan BK berpegang pada dua asas utama, yaitu kerahasiaan dan keterbukaan. Beliau mengajak seluruh siswa agar tidak ragu berkonsultasi apabila menghadapi permasalahan, karena setiap layanan dilakukan dengan menjaga kerahasiaan dan mengedepankan kepercayaan.

Melalui sosialisasi P3LP ini, diharapkan seluruh siswa MA Futuhiyyah 2 semakin peduli terhadap kesehatan mental, mampu mengenali tanda-tanda luka psikologis, serta berani mencari bantuan ketika menghadapi masalah. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling mendukung bagi seluruh warga sekolah.

Kabar Sekolah Lainnya

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman
Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman