Hari Pertama LDKS MA Futuhiyyah 2:Membangun Jiwa Kepemimpinan

Bawen, 16 Juli 2026 – Madrasah Aliyah Futuhiyyah 2 kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di S.E.A.T (Stiper Edu Agro Tourism), Lemah Ireng,Ungaran, Kabupaten Semarang. Lemah Ireng by S.E.A.T merupakan kawasan wisata edukasi, glamping, dan kuliner yang berlokasi di Jalan Tol Bawen-Ungaran, Randugunting, Bergas. Keindahan alam serta fasilitas yang tersedia membuat para peserta LDKS MA Futuhiyyah 2 tampak antusias sejak tiba di lokasi setelah menempuh perjalanan dari Mranggen menggunakan truk.

Sesampainya di lokasi, para peserta diarahkan untuk meletakkan barang bawaan di area perkemahan sesuai kelompok masing-masing. Tim fasilitator kemudian memberikan pengarahan mengenai rangkaian kegiatan LDKS, melakukan pendataan peserta, serta membagikan tenda kepada setiap kelompok.


Didampingi oleh anggota OSIM yang bertugas sebagai pendamping kelompok, para peserta mulai mendirikan tenda. Setelah beristirahat, melaksanakan salat berjamaah, dan makan siang,kegiatan dilanjutkan dengan apel pembukaan.
Dalam amanatnya, Bapak Choeron selaku pembina apel menyampaikan pentingnya mengikuti seluruh rangkaian LDKS dengan sungguh-sungguh. Beliau juga memperkenalkan Kurikulum CINTA sebagai pengganti Kurikulum 2013. Menurut beliau, Kurikulum CINTA menanamkan nilai untuk mencintai Allah Swt., mencintai diri sendiri, serta mencintai ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam memahami ciptaan-Nya dan menjalani kehidupan.


Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan slayer LDKS sebagai simbol dimulainya proses pembinaan peserta, dilanjutkan dengan perkenalan para fasilitator. Selanjutnya, peserta mengikuti materi kepemimpinan yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Untuk mempermudah proses pembelajaran, peserta dibagi ke dalam beberapa kelas pendampingan.
Setelah istirahat dan melaksanakan salat Asar berjamaah, seluruh peserta kembali berkumpul di lapangan. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu bersama untuk membangun semangat kebersamaan. Selanjutnya, setiap kelas yang diberi nama unik, seperti Mochi dan Taichan, berkumpul bersama pendamping masing-masing untuk membuat yel-yel kelompok. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan dasar baris-berbaris sebagai bagian dari pembentukan disiplin dan kekompakan.

Menjelang senja, kegiatan dihentikan sementara untuk memberi kesempatan kepada peserta membersihkan diri dan mempersiapkan ibadah. Seluruh peserta kemudian melaksanakan salat Magrib berjamaah yang dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, dan Diba’an bersama.
Pada kesempatan tersebut, Bapak K.H. Dliya’ menyampaikan mauidah hasanah mengenai luasnya rahmat Allah Swt. kepada seluruh makhluk-Nya. Para peserta, panitia, dan dewan guru tampak menyimak tausiah tersebut dengan penuh kekhusyukan.
Setelah salat Isya berjamaah, seluruh peserta menikmati makan malam secara tertib.
Memasuki malam hari, rangkaian kegiatan kembali dilanjutkan di lapangan. Setiap kelas melaksanakan pemilihan kepala suku sebagai bentuk latihan kepemimpinan. Suasana berlangsung meriah ketika peserta yang terpilih diangkat tinggi oleh rekan-rekan satu kelompoknya sebagai simbol kepercayaan dan dukungan.
Setelah itu, para fasilitator mengajak peserta mengikuti berbagai permainan edukatif bertema keberagaman budaya Nusantara. Melalui permainan tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menghargai perbedaan, memperkuat sikap toleransi, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjauhi perilaku diskriminatif dan rasis.
Tidak hanya itu, peserta juga diajak berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda dalam menggunakan media sosial. Setiap kelompok diminta mengidentifikasi
permasalahan, merumuskan solusi yang tepat, kemudian mempresentasikan hasil diskusi di hadapan peserta lainnya.
Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan berpikir kritis sekaligus membangun kesadaran dalam menyaring informasi dan menggunakan media sosial secara bijaksana.
Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan penyampaian informasi mengenai jadwal malam, tata tertib, serta perlengkapan dan seragam yang harus dikenakan peserta pada kegiatan hari berikutnya.
Melalui pelaksanaan hari pertama LDKS ini, diharapkan peserta didik baru MA Futuhiyyah 2 dapat saling mengenal, membangun kerja sama, serta menumbuhkan karakter mandiri, disiplin, dan jiwa kepemimpinan yang akan menjadi bekal dalam berorganisasi maupun kehidupan sehari-hari. [Tim Jurnalistik]

Kabar Sekolah Lainnya

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman
Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman