Info Madrasah
Minggu, 02 Okt 2022
  • Selamat Datang di Website MA Futuhiyyah-2 Mranggen

Sambut HUT ke-37, MA Futuhiyyah 2 Mranggen Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Momentum hari raya Idul Adha dan hari Tasyrik yang jatuh setiap tanggal 10 sampai 13 Dzulhijjah  dimaknai oleh umat muslim di seluruh dunia  dengan kegiatan penyembelihan hewan kurban. Begitu juga dengan MA Futuhiyyah 2 Mranggen Kab. Demak  yang kembali menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban pada Selasa (12/7/2022).

Kegiatan penyembelihan hewan kurban ini merupakan agenda rutin madrasah, selain bertujuan untuk memperoleh rahmat dan keberkahan Hari Raya Idul Adha, juga dalam rangka meneladani nilai-nilai dan sifat keikhlasan Nabi Ismail dan ketaatan Nabi Ibrahim atas perintah Allah SWT. 

“Selain itu juga dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) MA Futuhiyyah 2 Mranggen ke-37,” kata Ketua Panitia Kurban, Lukman Hakim.

Disampaikan, pada kegiatan  ini MA Futuhiyyah 2 Mranggen menyembelih satu ekor sapi. Daging kurban distribusikan untuk warga madrasah mulai dari tenaga kependidikan, guru dan masyarakat yang berada di sekitar MA Futuhiyyah 2 Mranggen. 

Kepala Madrasah, H. Ahmad Faizurrahman Hanif, Lc  mengatakan Idul Adha adalah momentum berbagi kepada masyarakat. “Ini sekaligus merupakan bentuk kepedulian dan empati kita kepada masyarakat,” tambahnya.

Dia berharap, penyaluran hewan kurban tersebut dapat bermanfaat dan meringankan beban masyarakat bagi yang kurang mampu. ’

“Semoga hubungan kita antar warga madrasah dan warga masyarakat semakin baik dan kualitas ketakwaan kita dengan Allah SWT juga meningkat,’’ harapnya

Sementara itu, Muhammad Choeron, salah satu guru bersyukur MA Futuhiyyah 2 Mranggen masih bisa melaksanakan ibadah kurban. Penyembelihan hewan kurban adalah simbol pengorbanan yang harus dilakukan setiap orang atas dirinya sendiri. Karena pada hakikatnya hewan kurban itu kita sendiri yang akan menikmati, sedangkan yang akan sampai dihadapan Allah SWT adalah ketakwaan yang mendasari pengorbanan kita.

“Pengorbanan yang sebenarnya adalah pengorbanan diri atas segala sesuatu yang dimilikinya. Ketika binatang kurban disembelih melambangkan hilangnya sifat kebinatangan dalam diri kita.” ungkapnya.

Gema takbir berkumandang seiring dengan penyembelihan hewan kurban. Para guru sangat antusias mengikuti penyembelihan kurban ini dan membantu dalam hal pemisahan daging dengan tulang dan memasukkan dalam kantong untuk didistribusikan ke penerima kurban. (bz)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar